MATA KULIAH TUGAS AKHIR

JURUSAN ARSITEKTUR UNIKOM

 

PRASYARAT MENGAMBIL TUGAS AKHIR
Yang berhak mengikuti AR 38313 S – Studio Tugas Akhir adalah para mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Lulus seluruh mata kuliah sampai dengan semester VII tanpa kecuali, yaitu lulus minimal dengan Nilai Mutu Huruf C untuk semua mata kuliah studio, serta minimal D untuk maksimal dua mata kuliah tingkat I dan II selain mata kuliah studio .
  2. Telah melakukan semua persyaratan administratif.
  3. Menyerahkan usulan atau proposal judul AR 38313 S – Studio Tugas Akhir dengan minimal 2 (dua) judul yang berlainan.
  4. Menandatangani Formulir Perjanjian untuk bersedia mengulang seluruh proses Studio Tugas Akhir beserta persyaratan administratif lainnya, apakah dengan judul lama maupun baru, apabila pada saat waktu yang ditentukan yaitu selambat-lambatnya awal semester berikutnya mahasiswa bersangkutan belum berhasil menyelesaikan Studio Tugas Akhirnya dan memperoleh nilai.
  5. Memiliki Buku Pedoman Pelaksanaan AR 38313 S – Studio Tugas Akhir, edisi terakhir (asli bukan hasil fotokopi sendiri).

LINGKUP TUGAS
Mahasiswa peserta AR 38313 S – Studio Tugas Akhir diberi kebebasan memilih dan menentukan sendiri kasus proyek dan tema dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

  1. Kasus proyek dapat berupa proyek nyata atau rekaan (fiktif). Kelayakan kasus proyek dianggap telah terkaji, sehingga tidak perlu dipermasalahkan terlalu rinci. Asumsi-asumsi dasar yang diperlukan untuk menunjang kelayakan proyek dapat ditentukan dengan persetujuan atau kesepakatan dengan dosen pembimbing.
  2. Kasus Proyek harus berupa rancangan gedung, baik tunggal ataupun majemuk, dengan luas lantai total antara 8.000 m2 – 12.000 m2 . Untuk kasus gedung berlantai sama atau tipikal seperti kantor sewa, hotel, dan sebagainya luas lantai total dapat mencapai maksimum 15.000 m2 . Luas lahan yang digarap dibatasi antara 1 s/d 3 ha. Untuk kasus gedung majemuk dengan titik berat pemecahan desain pada penataan area lahan atau kawasan, luas lahan dibatasi antara 3 s/d 5 ha.
  3. Pengembangan desain suatu gedung dalam kompleks berlahan luas seperti superblok hanya diperkenankan apabila rencana induk fisik kompleks tersebut telah tersedia.
  4. T e m a
    1. Tema sebagai kerangka pendekatan penyelesaian permasalahan dapat mencakup area yang berhubungan dengan fungsi dan bentuk, teknologi, sosial dan perilaku, budaya, serta iklim dan lingkungan. Tema dapat pula merupakan penerapan suatu teori desain, teori arsitektur, teori pemugaran bangunan dan lingkungan, material bangunan, sistem struktur dan konstruksi, pengembangan nilai-nilai tradisional atau hal-hal baik yang bersifat konseptual maupun teknis.
    2. Kesesuaian antara kasus proyek dengan tema yang dipilih harus diperhatikan agar tidak terjadi konflik dan kemacetan dalam pengembangannya. Penyesuaian atau perubahan tema setelah tahap siding pertama tidak diperkenankan.
    3. Klasifikasi tema :
  5. Tema yang berkaitan dengan fungsi dan bentuk arsitektur:
    1. Simbolisme dalam Arsitektur
    2. Analogi dan Metafora
    3. Geometri dan Bentuk Dasar
    4. Arsitektur Monumental
    5. Arsitektur sebagai Tengaran
    6. Arsitektur Art Deco
    7. Arsitektur Neo Klasik
    8. Arsitektur Post – Modern
    9. Arsitektur Dekonstruksi
    10. Dan lain-lain
  6. Tema yang berkaitan dengan teknologi     :
    1. Arsitektur Tropis
    2. Arsitektur Hemat Energi
    3. Pemanfaatan Sumber Daya Alam seperti : Energi Matahari, Angin, Air, Gas Alam
    4. Pemanfaatan Material Setempat seperti : Bambu atau Batang Kelapa
    5. Struktur sebagai Elemen Estetik
    6. Bangunan Tahan Bencana Alam seperti : Gempa atau Banjir
    7. Bangunan Bentang Lebar seperti : Sistem Pracetak atau Prefabrikasi
    8. Modul Struktur Tri – Matra
    9. Metoda Membangun di daerah khusus seperti : Lahan Sempit
    10. Dan lain-lain
  7. Tema yang berkaitan dengan sosial, budaya, dan perilaku
    1. Transformasi Arsitektur Tradisional
    2. Preservasi, Renovasi, Revitalisasi Bangunan dan Lingkungan Lama
    3. Arsitektur Relijius atau Sakral
    4. Arsitektur Kebudayaan Islam
    5. Arsitektur Berwawasan Perilaku
    6. Arsitektur untuk keelompok usia tertentu atau untuk disabled seperti Anak-anak, Remaja, Lansia, dan Penyandang Cacat
    7. Arsitektur Bahasa Pola
    8. Arsitektur Berwawasan Gender
    9. Dan lain-lain.
  8. Tema yang berkaitan dengan iklim dan lingkungan :
    1. Arsitektur Berwawasan Lingkungan
    2. Arsitektur Pantai, Lepas Pantai, Kelautan, Pasang Surut
    3. Arsitektur Bawah Tanah, Lahan Miring, Berkepadatan Tinggi
    4. Arsitektur Organik atau Hijau
    5. Arsitektur Kontekstual
    6. Dan lain-lain

Usulan tugas akhir yang jenis dan lingkup proyeknya terlalu rumit serta berada di luar batasan yang diberikan akan ditolak. Mahasiswa yang bersangkutan harus mengajukan kembali usulan baru untuk memenuhi ketentuan yang berlaku.

 


Foto_mahasiswaArs

JURUSAN ARSITEKTUR UNIKOM
GEDUNG IV Lt. 6
Jl. Dipati Ukur 112-116, Bandung 40263
Telp. 022 - 2504119, 2503371,2506634
 pesawat 108
Fax. 022 - 2503054
Website: ar.unikom.ac.id
E-mail: jur_ar_unikom@unikom.ac.id

Situs Arsitektur UNIKOM
Oleh Tim Arsitek UNIKOM
three_widi@yahoo.com